Skip to content

MENEROBOS PATRIARKI

Written by: Ismi Nuris Syawall (Kader 2025)

Diskursus mengenai peran perempuan, khususnya di ranah publik dan kepemimpinan, masih menjadi perdebatan yang kompleks. Perempuan berada dalam posisi ambivalen: di satu sisi diakui memiliki potensi, namun di sisi lain kerap dibatasi oleh stereotip gender yang mengakar dalam budaya patriarkal. Pandangan dualistik yang menilai perempuan sebagai makhluk emosional, lemah, dan kurang rasional membentuk bias sosial yang menghambat kepercayaan terhadap kepemimpinan perempuan. Stereotip ini bukan lahir dari realitas objektif, melainkan konstruksi budaya yang menempatkan laki-laki sebagai figur dominan, sementara perempuan diposisikan sebagai subordinat. Akibatnya, keraguan terhadap perempuan dalam posisi strategis sering kali muncul bukan karena kurangnya kompetensi, melainkan karena prasangka yang tidak berdasar secara ilmiah.
Berbagai penelitian empiris justru menunjukkan bahwa kepemimpinan perempuan memiliki keunggulan tersendiri. Perempuan cenderung mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional yang adaptif, partisipatif, dan empatik karakteristik yang relevan dengan tuntutan manajemen modern. Pendekatan interpersonal yang kuat, keterbukaan terhadap dialog, serta kepekaan terhadap kebutuhan sosial tim membuat kepemimpinan perempuan sering menghasilkan lingkungan kerja yang kolaboratif, stabil, dan inklusif. Hal ini menegaskan bahwa anggapan perempuan lemah dalam logika dan kepemimpinan bertentangan dengan bukti empiris.
Dalam perspektif Islam, kepemimpinan perempuan tidak dilarang selama memenuhi prinsip keadilan, kapasitas, dan amanah. Al-Qur’an dan hadis menitikberatkan pada kompetensi moral dan tanggung jawab, bukan jenis kelamin. Kisah Ratu Balqis dalam Surah An-Naml ayat 23 menunjukkan pengakuan Islam terhadap kepemimpinan perempuan yang bijaksana dan strategis. Artinya, Islam memandang laki-laki dan perempuan setara dalam tanggung jawab sosial dan spiritual, sementara perbedaan biologis tidak menjadi dasar pembatasan peran kepemimpinan perempuan.

Selengkapnya dapat diakses melalui tautan: https://drive.google.com/file/d/11-CdRNMjshIj1XAhAucdcNYmDFSdEhbK/view?usp=sharing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *